Anaknya pak Suroso
Minggu, 30 Agustus 2015
Dia #part1
Dan seperti biasanya,
Malam ini pun mataku enggan terpejam
Entah apa saja yg sedang berkecamuk di dalam kepala yang tak seberapa besarnya ini
Malam ini fikiranku kembali tertuju padanya
Seseorang yang akhir akhir ini banyak mengisi relung hati ku
Tidak, lebih tepatnya seluruh hidupku saat ini dipenuhi olehnya
Dia bukan siapa siapa, hanya seseorang yang secara tiba-tiba dikirimkan oleh tuhan untuk menyelamatkan hidupku, jalan hidup yang aku pilih tepatnya
Rasa terimakasih yang teramat besar lambat laun berubah menjadi rasa lain, entah apa namanya, gamang aku menyebutkannya, yang jelas tiada hari tanpa berfikir dan membicarakan dia.
Aku sadar apa yang aku rasakan sama sekali bukan apa-apa untuknya, mungkin aku hanya secuil cerita dari bongkahan kisah hidupnya, bahkan tak begitu menarik jika diceritakan kepada orang lain
Berbeda bila aku yang menceritakan kisah nya, kisah bagaimana dia perlahan merebut butir demi butir pecahan hati yang pernah berserakan tak tentu
Sekali lagi dia bukan siapa siapa, hanya sesosok yang sangat aku kagumi, entah bagaimana mulanya aku bisa mengagumi orang sepertinya , yang pasti sejak saat itu tak ada nama lain di hati ini selain dia.
Langganan:
Komentar (Atom)